Senin, 13 Desember 2010

Hina Sesembahan Kaum Musyrikin

penulis Al Ustadz Abu Usamah bin Rawiyah An Nawawi
Syariah Akidah 02 - Maret - 2005 05:19:28
Bentuk penyesatan yg muncul silih berganti dgn beragam jenis dan ‘kemasan’ mengakibatkan mayoritas kaum muslimin keluar dari jalur kebenaran. Kehancuran dan kerusakan moral baik lahiriyah maupun batiniyah muncul dari semua itu. Kita lihat sekarang tampilan kesesatan bisa berwarna putih namun sesaat kemudian bisa berubah warna. Sehingga sulit bagi kita utk mengatur langkah dan strategi menghadapinya. Para tokoh kekufuran dan kesyirikan bergentayangan menjadi dalang yg menyerukan “dakwahnya” ke sana-sini.
Dengan penuh rasa aman dan merdeka mereka menyeru kaum muslimin kepada jalan pimpinan mereka yg satu yaitu iblis. Inilah yg telah dikhawatirkan oleh Rasululllah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dlm sabda beliau:
إَِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ اْلأَئِمَّةُ الْمُضِلُّوْنَ
“Sesungguh orang yg paling aku khawatirkan atas kalian adl muncul pemimpin-pemimpin yg menyesatkan.”
Inilah kekhawatiran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap sesuatu yg akan menimpa umat di akhir jaman. Dan kekhawatiran itu telah muncul di masa sekarang. Bagaimanapun ingkar seseorang kepada Allah dan kepada Rasul-Nya lalu menyerukan pemikiran yg dipegangi mk akan muncul dukungan yg mengalir kepadanya. Bahkan dukungan itu kadang terlihat sangat besar padahal orang tersebut nyata-nyata menentang nash-nash Al-Quran dan As-Sunnah yg telah jelas dan pasti.

Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah di dlm kitab Silsilah Ahadits Ash-Shahihah memberikan contoh dlm hal ini: “Ketahuilah bahwa termasuk dari para dajjal yg mengaku masih ada kenabian adl Mirza Gulam Ahmad Al-Qadiyani Al-Hindi . Di saat India di bawah penjajahan Inggris ia mengaku sebagai Imam Mahdi yg ditunggu di India mengaku sebagai Nabi ‘Isa dan terakhir mengaku sebagai Nabi. Ironis dakwah penuh kedustaan itu diikuti pula oleh sejumlah kaum muslimin yg tdk memiliki ilmu tentang Kitabullah dan As-Sunnah. Ia pun memiliki akidah sesat lain di antara menyelisihi ijma’ umat dgn penuh keyakinan seperti mengingkari dibangkitkan jasad ni’mat dan adzab di dlm kubur hanya ruh saja bukan jasad adzab yg menimpaorang kafir akan berakhir mengingkari wujud jin dan meyakini bahwa jin-jin yg dimaksud di dlm Al-Qur’an adl sekelompok dari manusia..”
Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i berkata: “Kita sekarang berada pada masa di mana kebenaran telah terbalik sebagaimana yg telah diberitakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Para ahli ilmu di permulaan langkah mereka diangggap sebagaiorang yg akan membela dan menjaga Islam krn dikenal melalui mereka. Kita tdk menduga setelah itu kalau mereka telah sampai ke batas membela kekufuran dan menjadikan kekufuran itu sebagai satu kewajiban. Mereka menjadikan bid’ah sebagaisunnah kesesatan sebagai petunjuk dan penyelewengan sebagai bimbingan bukan sesuatu yg asing bagi dirimu.”
Syiar-syiar jahiliyah dihidupkan oleh imam-imam penyesat itu dan jangan heran jika kaum muslimin menyambut hangat seruan tersebut. Karena ajaran jahiliyah itusangat sesuai dgn hawa nafsu tiap insan yg selalu memerintahkan utk berbuat jahat.
Kini kita bisa dgn mudah menemukan lambang kesyirikan dan kekufuran yg semua itu dianggap sebagai lambang kemajuan dan keberhasilan hidup sehingga tdk terlepas keberadaan di negeri muslim. mk hampir tdk ada satupun negeri muslim melainkan bertebaran pohon-pohon yg dikeramatkan kuburan-kuburan yg diagungkan tempat-tempat angker yg mengandung berpuluh khurafat dan takhayul dan sebagainya. Bahkan terlihat pula di rumah-rumah sebagian kaum muslimin tdk luput dari penampilan kekufuran dan kesyirikan. Jimat ataupun rajah-rajah dgn segala mantra memenuhi bagian-bagian rumah yg vital. Tidak terlepas pula toko-toko mobil-mobil dan sebagainya.
Para tokoh kesyirikan itu telah mempersiapkan generasi pengganti yg akan meniti jejak mereka dan meneruskan perjuangan mereka yg telah menyebar dan berkembang. Dengan ada sambutan yg hangat dan dukungan media masa yg modern menjadikan kekuatan tokoh itu bertambah.
Sebab-sebab penyelewengan akidah
Problem penyelewengan akidah di masa kini demikian besar dan kerusakan yg ditimbulkan demikian tinggi. Negara yg maju sekalipun bisa mengalami puncak kehancuran krn tdk ditopang oleh akidah yg benar. Asy-Syaikh Shalih Fauzan mengatakan: “Kekuatan akidah tdk boleh terlepas dari kekuatan materi. Jika kekuatan akidah terlepas dari dgn berpegang dgn akidah yg menyeleweng lagi batil mk kekuatan materi itu sebagai jembatan penghancur dan perusak. Sebagaimanakita saksikan sekarang ini kejadian yg menimpa di negara-negara kafir di mana mereka memiliki kekuatan materi namun tdk memiliki kekuatan akidah.”
Di antara penyebab penyelewengan dan kerusakan akidah adalah:
1. Kejahilan tentang akidah yg benar
Hal ini disebabkan krn berpaling dari mempelajari dan mengajarkan akidah yg benar. Atau kurang memberikan perhatian terhadap sehingga muncul generasi yg tdk mengetahui akidah. Dan hal ini diperparah dgn ketidaktahuan tentang perkara yg menyelisihi akidah yg benar tersebut. Yang terjadi justru sebalik seseorang meyakini yg hak adl batil dan kebatilan sebagai suatu kebenaran sebagaimana yg telah diucapkan oleh ‘Umar bin Al-Khaththab radhiallahu ‘anhu: “Sesungguh ikatan Islam putus seikat demi seikat apabila terlahir di dlm Islam generasi yg tdk mengetahui hidup jahiliyah.”
2. Fanatisme terhadap ajaran nenek moyang dan berpegang teguh dengan sekalipun hal itu batil. Serta meninggalkan segala yg bertentangan dgn ajaran tersebut meskipun yg menyelisihi adl hak. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا أَلْفَيْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لاَ يَعْقِلُونَ شَيْئًا وَلاَ يَهْتَدُونَ
“Dan apabila dikatakan kepada mereka ikutilah apa yg telah diturunkan Allah! Mereka menjawab: Tidak tetapi kami hanya mengikuti apa yg telah kami dapati dari nenek moyang kami. walaupun nenek moyang mereka itu tdk mengetahui suatu apapun dan tdk mendapatkan petunjuk.”
3. Taqlid buta dlm mengambil ucapan seseorang dlm permasalahan akidah tanpa mengetahui dalil dan tdk mengetahui hakikat akidah tersebut sebagaimana hal ini telah menimpa kelompok-kelompok sesat seperti kelompok Jahmiyah Mu’tazilah Asy’ariyah Sufiyah dan selain mereka. Mereka bersikap taklid terhadap imam-imam sebelum mereka sehingga mereka tersesat dan menyeleweng dari akidah yg benar
4. Melampaui batas dlm mensikapi para wali dan orang2 shalih yakni mengangkat mereka lbh tinggi dari yg semesti sehingga diyakini bahwa mereka sanggup melakukan sesuatu yg sebenar tdk ada yg bisa melakukan kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seperti mendatangkan manfaat dan menolak mudharat menjadikan mereka perantara antara makhluk dgn Allah Subhanahu wa Ta’ala di dlm menunaikan segala hajat dianggap penyebab terkabul doa. Pada akhir para wali danorang shalih itu menjadi sesembahan selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mendekatkan diri pada kuburan-kuburan mereka dgn cara menyembelih bernadzar berdoa meminta terselamatkan dari malapetaka sebagamana telah terjadi pada diri kaum Nabi Nuh ‘alaihissalam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَقَالُوا لاَ تَذَرُنَّ آلِهَتَكُمْ وَلاَ تَذَرُنَّ وَدًّا وَلاَ سُوَاعًا وَلاَ يَغُوْثَ وَيَعُوْقَ وَنَسْرًا
“Dan mereka berkata: ‘Janganlah kalian sekali-kali meninggalkan Tuhan-Tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali meninggalkan kepada Wadd dan jangan pula kepada Suwa’ Yaghuts Yau’q dan Nasr.’”
Hal ini telah menimpa mayoritas para penyembah kuburan dan orang2 yg mengagungkan di berbagai negara.
5. Ditinggalkan pengkajian ayat-ayat kauniyah dan ayat-ayat yg termaktub di dlm Al-Quran. Banyak manusia yg hidup bergelimang harta dan berbagai kemajuan lain beranggapan hal-hal yg telah dilakukan ini semata-mata usaha dan kemampuan mereka. Mereka pun terjatuh ke dlm sikap mengkultuskan individu dan mengkaitkan bahwa semua pemberian ini didapati hanya krn kesungguh-sungguhan manusia dlm berusaha dan hasil karya sebagaimana ucapan Qarun:
قَالَ إِنَّمَا أُوْتِيْتُهُ عَلَى عِلْمٍ عِنْدِي
“Sesungguh aku diberi harta itu hanyalah krn ilmu yg ada padaku.”
Juga sebagaimana yg telah dikutip oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dari ucapan-ucapan mereka:
هَذَا لِي
“Ini adl hakku.”
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang orang yg sombong:
إِنَّمَا أُوْتِيْتُهُ عَلَى عِلْمٍ
“: Sesungguh aku diberi ni’mat itu krn kepandaianku.”
6. Kosong tiap rumah dari arahan dan bimbingan yg akan menyelamatkan akidah tiap insan. Sungguh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:
كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ
“Setiap anak dilahirkan dlm keadaan suci dan kedua orang tua yg menjadikan dia Yahudi Nasrani atau Majusi.”
Dari hadits ini terdapat faidah bahwa kedua orang tua memiliki andil besar dlm perbaikan generasi Islam yg akan datang.
7. Muncul media massa yg tdk memperhatikan sisi agama bahkan media-media itu dijadikan sebagai alat utk menjauhkan muslimin dari kebenaran agamanya. Mayoritas bentuk media massa pada masa ini baik yg dilihat didengar dan dibaca bertujuan sama yaitu sama-sama menghancurkan kaum muslimin.
Masih banyak sebab yg akan menyelewengkan akidah yg benar dan semoga ini cukup dan mewakili yg lain.
Mengkeramatkan Tempat Akibat Kerusakan Akidah
Kita sering mendengar kata-kata angker di tengah masyarakat. Istilah ini biasa utk menyebut suatu tempat khusus seperti kuburan rimbun pepohonan dan sebagai yg konon menurut cerita di sana sering terjadi peristiwa-peristiwa aneh dan menakutkan. Kenapa tempat itu menjadi angker dan yg lain tidak?
Kata angker memang identik dgn menakutkan. Sehingga tiap orang yg melewati tempat itu dibayangi gambaran akan muncul sesuatu yg menakutkan dan mengerikan yg dapat membuat bulu kuduk berdiri. Padahal kenyataan tdk terjadi apapun. Demikianlah kebenaran firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
إِنَّماَ ذَلِكُمُ الشَّيْطاَنُ يُخَوِّفُ أَوْلِيآءَهُ فَلاَ تَخَافُوْهُمْ وَخَافُوْنِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِيْنَ
“Yang demikian itu tdk lain krn setan hendak menakut-nakuti pengikutnya. Lantaran itu janganlah kamu takut kepada mereka akan tetapi takutlah kepada-Ku jika memang kamu itu adl orang2 yg beriman.”
Semua ini terjadi akibat pembentukan jiwa yg rusak melalui dongeng dan berbagai cerita takhayul bacaan novel komik yg penuh kedustaan film dan tayangan mistik yg menyesatkan. Setelah pengaruh mistik ini tertanam kuat di dlm jiwa seseorang muncullah sikap takut kepada jin . Akibat lbh jauh orang tersebut dgn mudah mempersembahkan berbagai bentuk sesajen mulai dari yg termurah harga hingga yg mahal. Lebih lanjut orang ini bisa jadi akan meminta perlindungan kepada penghuni tempat tersebut bila melewatinya. Karena ia telah meyakini jika tdk melakukan hal demikian akan mendatangkan marabahaya cepat atau lambat.
Pengaruh buruk lain yakni menjadikan tempat-tempat yg dianggap keramat itu utk bertapa mencari wangsit dan berbagai ilmu “kanuragan”. Model kesyirikan yg cukup marak ini sebenar telah terjadi di masa jahiliyah dan Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menceritakan di dlm Al-Quran:
وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ اْلإِنْسِ يَعُوْذُوْنَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوْهُمْ رَهَقًا
“Dan bahwa ada beberapa orang laki2 di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki2 di antara jin mk jin-jin itu menambah bagi mereka rasa dosa dan kesalahan.”
Al-Hafidz Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan: “Jin itu berkata: Kita melihat bahwa kita lbh utama dari manusia. Terbukti apabila mereka turun di sebuah lembah atau tempat yg menakutkan atau selain mereka meminta perlindungan kepada kita. Sebagaimana kebiasaan orang2 jahiliyah di mana mereka berlindung dari ‘penunggu’ tempat tersebut agar terhindar dari perbuatan jahatnya. Bila salah seorang mendatangi tempat musuh-musuh dia meminta perlindungan kepada pembesar negeri tersebut. mk tatkala para jin melihat manusia melakukan demikian krn ketakutan dari kejahatan mereka jin-jin tersebut menambah rasa takut pada diri-diri mereka.”
Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “Barangsiapa menyembelih utk setan dan berdoa kepada meminta perlindungan dari mendekatkan diri kepada dan segala yg disukai mk sungguh dia telah menyembah sekalipun dia tdk mengistilahkan ibadah cukup dgn istilah istikhdam .”
Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah berkata: “orang2 jahiliyah bila turun di sebuah tempat bersama keluarga mereka dia berkata: ‘Aku berlindung kepada pembesar penghuni lembah ini dari kalangan jin agar kami tdk terkena kejahatan baik pada diriku hartaku anakku atau binatang ternakku.”
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata: “Al-Imam Ahmad dan selain beliau menjelaskan bahwa tdk boleh meminta perlindungan kepada selain Allah.”
Demikianlah bentuk perbuatan syirik di masa jahiliyah yaitu mengarahkan peribadatan kepada jin-jin. Sikap ini sekarang menjadi keyakinan yg dipelihara dan ditumbuhkembangkan oleh orang2 Islam. Ini merupakan sinyalemen kebenaran sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
وَلاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى يَلْحَقَ حَيٌُّ مِنْ أُمَّتِي بِالْمٌشْرِكِيْنَ وَحَتَّى تَعْبُدَ فِئَامٌ مِنْ أُمَّتِي اْلأَوْثاَنَ
“Tidak akan terjadi hari kiamat sampai sekelompok dari umatku mengikuti kaum musyrikin dan sampai sekelompok dari umatku menyembah berhala.”
Juga sabda beliau yg diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لَتَتَّبِعُنَّ سُنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ
“Benar-benar kalian akan mengikuti langkah-langkah orang2 sebelum kalian”
Bertebaran tempat-tempat yg dikeramatkan di berbagai negeri Islam menunjukkan betapa jauh kaum muslimin dari akidah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan betapa dekat mereka kepada akidah iblis. Mengarahkan berbagai bentuk peribadatan kepada tempat-tempat yg dikeramatkan adl bentuk penghambaan kepada selain Allah mengaku ada kekuasaan yg setara dgn kekuasaan Allah. Salah satu dari bentuk pengkeramatan orang2 jahiliyah adl pengkeramatan kuburan-kuburan lalu menjadikan sebagai tempat beribadah. Disebutkan oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab di dlm kitab beliau Masail Jahiliyah masalah yg ke 83 dan 84.
Pengkeramatan Pohon-pohon adl Lambang Kesyirikan
Berdasarkan hadits Abu Sa’id dan Tsauban di atas kita bisa menyimpulkan bahwa tdk ada satupun jalan yg telah dilalui orang2 jahiliyah melainkan akan dilalui oleh umat ini walaupun akibat akan membahayakan diri mereka. Demikianlah sunnatullah atas umat ini sebagai akibat dicabut ilmu dari hati para hamba dan diremehkan ilmu terlebih ilmu akidah. Bentuk-bentuk kesyirikan bertebaran di negeri muslimin. Berbagai bentuk kekufuran menggerayangi generasi Islam. Praktek kemaksiatan merajalela di mana-mana dan kesyirikan menjadi perbendaharaan ilmu yg harus dikaji ulang dlm kehidupan utk menyambung tali hubungan dgn nenek moyang. Yang paling aneh dari semua itu adl terangkat kedudukan sebuah pohon yg tdk berakal menjadi sesuatu yg memiliki daya keramat dan disembah-sembah. Hal ini telah diceritakan oleh Abu Waqid Al-Laitsi radhiallahu ‘anhu:
خَرَجْناَ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى حُنَيْنٍ وَنَحْنُ حُدَثَاءُ عَهْدٍ بِكُفْرٍ وَلِلْمُشْرِكِيْنَ سِدْرَةٌ يَعْكُفُوْنَ عِنْدَهَا وَيَنُوْطُوْنَ بِهَا أَسْلِحَتَهُمْ يُقَالُ لَهَا ذَاتَ أَنْوَاطٍ، فَمَرَرْناَ بِسِدْرَةٍ فَقُلْناَ: ياَ رَسُوْلَ اللهِ، اجْعَلْ لَناَ ذَاتَ أَنْوَاطٍ كَمَا لَهُمْ ذَاتُ أَنْوَاطٍ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اللهُ أَكْبَرُ! إِنَّهَا السُّنَنُ، قُلْتُمْ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ كَمَا قَالَتْ بَنُو إِسْرَائِيْلَ لِمُوْسَى: (اجْعَلْ لَناَ إِلَهًا كَمَا لَهُمْ آلِهَةٌ قَالَ إِنَّكُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُوْنَ) لَتَرْكَبُنَّ سُنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ
Kami pergi bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ke Hunain dan kami adl orang yg baru masuk Islam. orang2 musyrik memiliki pohon Sidrah mereka i’tikaf pada dan menggantungkan pedang-pedang mereka di atas pohon itu yg disebut pohon Dzaatu Anwat. Pada suatu hari kami melewati sebuah sidrah tersebut dan kami berkata: “Wahai Rasulullah buatkanlah buat kami pohon tempat menggantung pedang-pedang kami sebagaimana mereka memiliki Dzatu Anwat.” Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Allahu Akbar sesungguh ini jalan orang2 sebelum kalian dan demi Dzat yg jiwaku berada di tangan-Nya sebagaimana ucapan bani Israil kepada Nabi Musa: ‘Buatkanlah utk kami satu sesembahan sebagaimana mereka memiliki sesembahan-sesembahan!’ Musa menjawab: ‘Sesungguh kalian adl kaum yg jahil.’ . Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kalian benar-benar akan mengikuti langkah orang2 sebelum kalian.”
Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan Alusy-Syaikh rahimahullah mengatakan: “Di dlm hadits ini ada beberapa faidah:
1. Setiap orang harus merasa takut dgn perbuatan syirik.
2. Terkadang seseorang menyangka bahwa sebuah perkara akan bisa mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala padahal perkara itu menjauhkan diri dari rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mendekatkan kepada murka Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tidak ada yg mengetahui hal ini melainkan orang2 yg telah menyelami apa-apa yg terjadi di masa kini khusus apa yg dilakukan oleh para ulama dan ahli ibadah terhadap perbuatan para pengagung kuburan. Perilaku ini disebabkan ada sifat berlebihan mereka dlm menyikapi para penghuni kubur dgn memalingkan ibadah kepada mereka. Mereka menyangka berada di atas kebenaran padahal mereka di atas dosa yg tdk akan diampuni oleh Allah.”
Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan: “Betapa cepat orang2 musyrik itu menjadikan sesembahan selain Allah dan bagaimanapun bentuk sesembahan tersebut. Mereka berkata: ‘Sesungguh batu pohon mata air bisa menerima tiap nadzar dan segala bentuk penyembahan lainnya.’ Padahal nadzar itu adl ibadah dan qurbah di mana tiap pelaku bisa mendekatkan diri kepada-Nya.”
Dari hadits-hadits dan ucapan ulama di atas jelas bahwa segala bentuk pengagungan kepada tempat atau pepohonan yg dilakukan oleh sebagian kaum muslimin sekarang ini termasuk daripada sunnah jahiliyah sekalipun nama dan lambang berbeda. Kekufuran itu adl satu ajaran.
Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan rahimahullah berkata: “Perbedaan nama tdk merubah hakikat.” Ucapan yg semakna telah dilontarkan oleh Al-Imam Ash-Shan’ani rahimahullah di dlm kitab Thathhirul I’tiqad .
Wallahu a’lam.
Sumber: www.asysyariah.com

0 komentar:

Posting Komentar