Senin, 13 Desember 2010

Mengenal Al-Imam Al-Mahdi

Mengenal Al-Imam Al-Mahdi
penulis Al-Ustadz Qomar ZA Lc.
Syariah Kajian Utama 24 - Agustus - 2007 21:58:23
Syariat sejati telah gamblang menjelaskan definisi dan menyuguhkan gambaran akan sosok Al-Imam Al-Mahdi. Namun bersemai penyimpangan tdk pelak menjadikan gambaran Al-Imam Al-Mahdi itu menjadi kabur.
Beriman akan Muncul Al-Imam Al-Mahdi
Telah menjadi kewajiban tiap muslim utk mengimani segala yg diberitakan oleh Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam di mana ini menjadi konsekuensi persaksian kita: “Muhammad adl hamba dan utusan-Nya.” Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَيُؤْمِنُوا بِي وَبِمَا جِئْتُ بِهِ، فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلاَّ بِحَقِّهَا وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللهِ
“Aku diperintahkan utk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tiada sesembahan yg benar melainkan Allah dan agar mereka beriman kepada apa yg kubawa. Bila mereka melakukan itu mk mereka telah melindungi darah dan harta mereka dariku kecuali dgn haknya. Adapun perhitungan diserahkan kepada Allah.”

Bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala telah tegaskan:
وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا
“Apa yg diberikan Rasul kepadamu mk terimalah dia. Dan apa yg dilarang bagimu mk tinggalkanlah.”
Ini menunjukkan wajib beriman dgn segala yg diberitakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam baik berita yg terkait dgn apa yg telah lalu atau yg akan datang. Termasuk di antara adl akan muncul Al-Imam Al-Mahdi.
Berita akan muncul sosok penegak sunnah nan adil itu telah disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dlm banyak hadits. Bahkan tdk sedikit dari para ulama yg menyatakan bahwa hadits mencapai derajat mutawatir secara makna sehingga tiada lagi celah bagi siapapun utk mengingkarinya. Di antara ulama yg menyatakan kemutawatiran hadits-hadits adl Abul Hasan Muhammad bin Husain As-Sijzi Muhammad Al-Barzanji As-Safarini As-Sakhawi Asy-Syaukani Shiddiq Hasan Khan Al-Kattani dan lain-lain rahimahumullah.
Dan para ulama yg menyebutkan keshahihan hadits tentang Al-Mahdi sangat banyak dari kalangan ulama terdahulu maupun belakangan. Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu telah menyebutkan sebagian nama mereka di antara 16 ulama yg saya sebutkan sebagiannya: Abu Dawud Al-Qurthubi Ibnu Taimiyyah Adz-Dzahabi Ibnul Qayyim dan Ibnu Hajar rahimahumullah.
Sehingga ini menjadi salah satu akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah. As-Safarini mengatakan: “Telah banyak riwayat yg menyebutkan akan muncul Al-Mahdi sehingga mencapai derajat mutawatir secara makna. Dan itu telah tersebar di kalangan AhlusSunnah sehingga teranggap sebagai aqidah mereka.” –beliau menyebut hadits atsar serta nama para sahabat yg meriwayatkan lalu beliau berkata– “Dan telah diriwayatkan dari para sahabat yg disebutkan dan selain mereka dgn riwayat yg banyak juga dari para tabi’in setelah mereka yg dgn semua itu memberi faedah ilmu yg pasti. mk mengimani muncul Mahdi adl wajib sebagaimana telah ditetapkan oleh para ulama dan tertulis dlm akidah AhlusSunnah wal Jamaah.
Beberapa Hadits tentang Al-Imam Al-Mahdi
1. Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda:
لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنَ الدُّنْيَا إِلاَّ يَوْمٌ - قَالَ زَائِدَةُ فِي حَدِيْثِهِ - لَطَوَّلَ اللهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ حَتَّى يَبْعَثَ فِيْهِ رَجُلاً مِنِّي - أَوْ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي - يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي وَاسْمُ أَبِيهِ اسْمَ أَبِي، يَمْلَأُ اْلأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلاً كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَجَوْرًا
“Bila tdk tersisa dari dunia kecuali satu hari –Za`idah mengatakan dlm haditsnya– tentu Allah akan panjangkan hari tersebut sehingga Allah utus pada seorang lelaki dariku –atau dari keluargaku–. Nama sesuai dgn namaku dan nama ayah seperti nama ayahku. Ia memenuhi bumi dgn keadilan sebagaimana sebelum telah dipenuhi dgn kedzaliman dan keculasan.”
2. Dari ‘Ali radhiyallahu ‘anhudari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ia mengatakan:
لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنْ الدَّهْرِ إِلاَّ يَوْمٌ لَبَعَثَ اللهُ رَجُلاً مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يَمْلَؤُهَا عَدْلاً كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا
“Bila tdk tersisa dari masa ini kecuali satu hari tentu Allah akan munculkan seorang lelaki dari ahli baitku yg akan memenuhi dunia dgn keadilan sebagaimana telah dipenuhi dgn kecurangan.”
3. Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha ia mengatakan: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الْمَهْدِيُّ مِنْ عِتْرَتِي مِنْ وَلَدِ فَاطِمَةَ
“Al-Mahdi dari keluargaku dari putra Fathimah.”
4. Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:
الْمَهْدِيُّ مِنِّي، أَجْلَى الْجَبْهَةِ أَقْنَى اْلأَنْفِ، يَمْلَأُ اْلأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلاً كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا يَمْلِكُ سَبْعَ سِنِيْنَ
“Al-Mahdi dariku dahi lebar hidung mancung memenuhi bumi dgn keadilan sebagaimana telah dipenuhi dgn kedzaliman berkuasa selama 7 tahun.”
5. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:
كَيْفَ أَنْتُمْ إِذَا نَزَلَ ابْنُ مَرْيَمَ فِيْكُمْ وَإِمَامُكُمْ مِنْكُمْ؟
“Bagaimana dgn kalian jika turun kepada kalian putra Maryam sementara imam kalian dari kalian?”
6. Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي يُقَاتِلُوْنَ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِيْنَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. قَالَ: فَيَنْزِلُ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ فَيَقُوْلُ أَمِيْرُهُمْ: تَعَالَ صَلِّ لَنَا، فَيَقُوْلُ: لاَ، إِنَّ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ أُمَرَاءُ تَكْرِمَةَ اللهِ هَذِهِ اْلأُمَّةَ
“Masih tetap sekelompok dari umatku berperang di atas kebenaran. Mereka unggul sampai hari kiamat lalu turun ‘Isa putra Maryam. mk pemimpin mereka mengatakan: ‘Kemari jadilah imam kami.’ Ia menjawab: ‘Tidak sebagian kalian adl pemimpin atas sebagian yg lain sebagai kemuliaan dari Allah utk umat ini’.”
Hadits-hadits yg terdapat dlm Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim ini menunjukkan dua hal:
Pertama: Ketika turun ‘Isa bin Maryam dari langit yg memegang kepemimpinan muslimin ketika itu adl seorang dari mereka.
Kedua: Keberadaan pemimpin mereka utk shalat lalu ia mengimami muslimin serta permintaan kepada Nabi ‘Isa ‘alaihissalam saat turun utk mengimami mereka. Ini semua menunjukkan keshalihan pemimpin tersebut dan bahwa ia berada di atas petunjuk.
Dan itu walaupun tdk ada penegasan dgn lafadz Al-Mahdi tetapi menunjukkan sifat orang yg shalih yg mengimami muslimin di waktu itu. Dan terdapat hadits-hadits dlm kitab-kitab Sunan maupun Musnad serta lain yg menerangkan bahwa hadits-hadits yg ada dlm dua kitab shahih itu menunjukkan bahwaorang shalih tersebut bernama Muhammad bin Abdullah dari keturunan Al-Hasan bin ‘Ali yg disebut dgn Al-Mahdi. Dan hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam itu sebagian menerangkan sebagian yg lain. Di antara hadits yg menunjukkan hal itu adl hadits yg diriwayatktan oleh Al-Harits ibnu Abi Usamah dlm Musnad- dgn sanad dari Jabir radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يَنْزِلُ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ فَيَقُوْلُ أَمِيْرُهُمُ الْمَهْدِيُّ: تَعَالَ، صَلِّ بِنَا. فَيَقُوْلُ: لاَ، إِنَّ بَعْضَهُمْ أَمِيْرُ بَعْضٍ، تَكْرِمَةُ اللهِ لِهَذِهِ اْلأُمَّةِ
“Isa putra Maryam turun lalu pemimpin mereka Al-Mahdi mengatakan: ‘Imamilah kami’. Ia menjawab: ‘Sesungguh sebagian mereka pemimpin bagi sebagian yg lain sebagai kemuliaan dari Allah utk umat ini’.”
Hadits ini dikatakan oleh Ibnul Qayyim rahimahullahu dlm kitab Al-Manarul Munif: “Sanad bagus.”
Nama Al-Imam Al-Mahdi dan Nasabnya
Nama beliau adl Muhammad atau Ahmad bin Abdullah. Seperti dlm hadits yg lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan: “Nama sesuai dgn namaku dan nama ayah sesuai dgn nama ayahku.”
Dia dari keturunan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam di mana disebutkan dlm riwayat: “Dari ahli baitku.”
Dalam riwayat lain: “Dari keluarga terdekatku .”
Dalam riwayat lain: “Dariku.” dari jalur perkawinan ‘Ali bin Abu Thalib dan Fathimah bintu Rasulillah. Sebagaimana dlm hadits yg lalu dikatakan: “Seseorang dari keluargaku” dan “dari anak keturunan Fathimah.”
Oleh karena Ibnu Katsir rahimahullahu mengatakan: “Dia adl Muhammad bin Abdillah Al-‘Alawi Al-Fathimi Al-Hasani . Allah Subhanahu wa Ta’ala memperbaiki dlm satu malam yakni memberi taubat taufik memberi pemahaman serta bimbingan padahal sebelum tdk seperti itu.”
Sifat Fisiknya
Di antara sifat fisik adl sebagaimana disebutkan dlm riwayat Abu Dawud dan yg lain:
أَجْلَى الْجَبْهَةِ
Arti “Tersingkap rambut dari arah kepala bagian depan” atau “Dahi lebar.”
أَقْنَى اْلأَنْفِ
“Hidung mancung ujung tajam bagian tengah agak naik.”
Al-Qari mengatakan: “Maksud beliau tdk pesek krn yg demikian adl bentuk yg tdk disukai.”
Menebar Keadilan
Di antara sifat Al-Mahdi adl bahwa ia menebar keadilan dan melenyapkan kedzaliman serta keculasan. Sebagaimana tersebut dlm hadits: “Memenuhi bumi dgn keadilan sebagaimana sebelum dipenuhi dgn kezhaliman.”
Sehingga disebutkan dlm hadits dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah bersabda:
يَكُوْنُ فِي أُمَّتِي الْمَهْدِيُّ إِنْ قَصَرَ فَسَبْعٌ وَإِلاَّ فَتِسْعٌ فَتَنْعَمُ فِيْهِ أُمَّتِي نِعْمَةً لَمْ يَنْعَمُوا مِثْلَهَا قَطُّ تُؤْتَى أُكُلَهَا وَلاَ تَدَّخِرُ مِنْهُمْ شَيْئًا وَالْمَالُ يَوْمَئِذٍ كُدُوْسٌ فَيَقُوْمُ الرَّجُلُ فَيَقُوْلُ: يَا مَهْدِيُّ أَعْطِنِي. فَيَقُولُ: خُذْ
“Akan datang pada umatku Al-Mahdi bila masa pendek mk tujuh tahun kalau tdk mk 9 tahun. mk umatku pada masa itu diberi keni’matan dgn keni’matan yg tdk pernah mereka rasakan yg semacam itu sama sekali. Mereka diberi rizki yg luas. Mereka tdk menyimpan sesuatu pun. Harta saat itu berlimpah sehingga seseorang bangkit dan mengatakan: ‘Wahai Mahdi berilah aku.’ Diapun menjawab: ‘Ambillah’.”
Dalam riwayat At-Tirmidzi disebutkan:
فَيَجِيْءُ إِلَيْهِ رَجُلٌ فَيَقُوْلُ: يَا مَهْدِيُّ، أَعْطِنِي، أَعْطِنِي. قَالَ: فَيَحْثِي لَهُ فِي ثَوْبِهِ مَا اسْتَطَاعَ أَنْ يَحْمِلَهُ
“Sehingga datang kepada seseorang seraya mengatakan: ‘Wahai Mahdi berilah aku berilah aku.’ Nabi mengatakan: “Maka Mahdi menuangkan untuk di pakaian sampai ia tdk dapat membawanya.”
Ibnu Katsir rahimahullahu mengatakan: “Di masa buah-buahan banyak. Tanam-tanaman lebat harta benda melimpah. Penguasa benar-benar berkuasa agama menjadi tegak musuh menjadi hina kebaikan terwujud di masa terus-menerus.”
Dalam riwayat Al-Hakim disebutkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يَخْرُجُ فِيْ آخِرِ أُمَّتِي الْمَهْدِيُّ يُسْقِيْهِ اللهُ الْغَيْثَ، وَتُخْرِجُ اْلأَرْضُ نَبَاتَهَا، وَيُعْطِي الْمَالَ صِحَاحًا، وَتَكْثُرُ الْمَاشِيَةُ وَتَعْظُمُ اْلأُمَّةُ، يَعِيْشُ سَبْعاً أَوْ ثَمَانِيًا - يَعْنِيْ حِجَجًا -
“Muncul di akhir umatku Al-Mahdi. Allah menyiramkan hujan sehingga bumi mengeluarkan tanamannya. Ia membagi harta secara merata. Binatang ternak semakin banyak umat pun menjadi besar. Ia hidup selama 7 atau 8 –yakni tahun–.”
Waktu Munculnya
Dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi Syarh Sunan At-Tirmidzi disebutkan: “Ketahuilah yg sudah dikenal di kalangan seluruh pemeluk Islam sepanjang masa bahwa di akhir zaman pasti muncul seorang dari ahlul bait yg membela agama dan menebarkan keadilan serta diikuti oleh muslimin. Ia juga menguasai kerajaan-kerajaan Islam. Ia dijuluki Al-Mahdi. Juga tentang keluar Dajjal serta tanda-tanda kiamat sesudah yg terdapat dlm kitab Shahih muncul setelahnya. Dan bahwa kemunculan ‘Isa juga setelah kemudian beliau membunuh Dajjal. Atau ‘Isa turun setelah lalu membantu utk membunuh Dajjal kemudian bermakmum kepada Mahdi dlm shalatnya.”
At-Tirmidzi rahimahullahu meriwayatkan dari Zir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ تَذْهَبُ الدُّنْيَا حَتَّى يَمْلِكَ الْعَرَبَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي
“Dunia tdk akan lenyap hingga seorang dari keluargaku menguasai bangsa Arab. Nama sesuai dgn namaku.”
Dari sini berarti muncul Al-Imam Al-Mahdi adl di akhir zaman sekaligus mengawali tanda-tanda besar akan datang kiamat. Namun sebagian ulama sempat ragu apakah Mahdi ini sebagai awal tanda yg besar atau tanda yg lain. Sebagian ulama menyatakan dgn yakin bahwa Mahdi sebagai tanda pertama lalu berturut-turut datang tanda yg lain. Di antara yg menyebutkan dgn tegas yg demikian adl Muhammad Al-Barzanji rahimahullahu . Beliau mengatakan dlm buku Al-’Isya`ah li Asyrath As-Sa’ah: “Bab Ketiga tanda-tanda besar dan tanda-tanda yg dekat yg setelah tibalah hari kiamat dan itu juga banyak. Di antara Al-Mahdi dan itu yg pertama.”
Adapun Ibnu Katsir rahimahullahu mengatakan: “Muncul nanti di akhir zaman. Dan saya kira keluar adl sebelum turun ‘Isa bin Maryam sebagaimana ditunjukkan oleh hadits-hadits yg berkaitan dgn hal itu.”
Masa Kekuasaannya
Terdapat dlm Sunan At-Tirmidzi:
إِنَّ فِي أُمَّتِي الْمَهْدِيَّ يَخْرُجُ يَعِيْشُ خَمْسًا أَوْ سَبْعًا أَوْ تِسْعًا -زَيْدٌ الشَّاكُّ- قَالَ: قُلْنَا: وَمَا ذَاكَ؟ قَال: سِنِيْنَ.
“Sesungguh pada umatku ada Al-Mahdi. Ia muncul hidup 5 atau 7 atau 9.” –Zaid ragu–. Abu Sa’id mengatakan: “Apa itu?” Beliau menjawab: “Tahun.”
يَكُوْنُ فِي أُمَّتِي الْمَهْدِيُّ إِنْ قُصِرَ فَسَبْعٌ وَإِلاَّ فَتِسْعٌ
“Akan datang pada umatku Al-Mahdi bila masa pendek mk 7 tahun kalau tdk mk 9 tahun.”
Dengan perbedaan riwayat ini mk Ibnu Katsir rahimahullahu mengatakan: “Ini menunjukkan bahwa paling lama masa tinggal - adl 9 tahun dan sedikit 5 atau 7 tahun.”
Sementara Al-Mubarakfuri mengatakan: “Yakni keraguan itu berasal dari Zaid. Sementara dari shahabat Abu Sa’id dlm riwayat Abu Dawud: ‘dan menguasai selama 7 tahun’ tanpa keraguan. Demikian pula dlm hadits Ummu Salamah dlm riwayat Abu Dawud dgn lafadz ‘maka dia tinggal selama 7 tahun’ tanpa keraguan. mk riwayat yg tegas lbh dikedepankan daripada yg ragu.”
Asal Munculnya
Riwayat-riwayat di atas menunjukkan bahwa muncul dari arah timur atau Al-Masyriq. Ibnu Katsir rahimahullahu mengatakan:
“Muncul Mahdi dari negeri-negeri timur bukan dari gua Samarra seperti disangka oleh orang2 bodoh dari kalangan Syi’ah.”
Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu ia mengatakan:
بَيْنَمَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ أَقْبَلَ فِتْيَةٌ مِنْ بَنِي هَاشِمٍ فَلَمَّا رَآهُمْ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اغْرَوْرَقَتْ عَيْنَاهُ وَتَغَيَّرَ لَوْنُهُ. قَالَ: فَقُلْتُ: مَا نَزَالُ نَرَى فِي وَجْهِكَ شَيْئًا نَكْرَهُهُ. فَقَالَ: إِنَّا أَهْلُ بَيْتٍ اخْتَارَ اللهُ لَنَا اْلآخِرَةَ عَلَى الدُّنْيَا، وَإِنَّ أَهْلَ بَيْتِي سَيَلْقَوْنَ بَعْدِي بَلاَءً وَتَشْرِيْدًا وَتَطْرِيْدًا حَتَّى يَأْتِيَ قَوْمٌ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ مَعَهُمْ رَايَاتٌ سُوْدٌ فَيَسْأَلُوْنَ الْخَيْرَ فَلاَ يُعْطَوْنَهُ فَيُقَاتِلُوْنَ فَيُنْصَرُوْنَ فَيُعْطَوْنَ مَا سَأَلُوا فَلاَ يَقْبَلُوْنَهُ حَتَّى يَدْفَعُوْهَا إِلَى رَجُلٍ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي فَيَمْلَؤُهَا قِسْطًا كَمَا مَلَئُوْهَا جَوْرًا، فَمَنْ أَدْرَكَ ذَلِكَ مِنْكُمْ فَلْيَأْتِهِمْ وَلَوْ حَبْوًا عَلَى الثَّلْجِ
“Tatkala kami berada di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba-tiba datang sekelompok pemuda dari Bani Hasyim. Ketika Nabi melihat mereka kedua mata beliau berlinang air mata dan berubahlah roman mukanya. mk aku katakan: ‘Kami masih tetap melihat pada wajahmu sesuatu yg tdk kami sukai.’ Lalu beliau menjawab: ‘Kami ahlul bait. Allah telah pilihkan akhirat utk kami daripada dunia. Dan sesungguh sepeninggalku keluargaku akan menemui bencana-bencana dan pengusiran. Hingga datang sebuah kaum dari arah timur bersama mereka ada bendera berwarna hitam1. Mereka meminta kebaikan namun mereka tdk diberi lalu mereka memerangi dan mendapat pertolongan sehingga mereka diberi apa yg mereka minta tetapi mereka tdk menerimanya. Hingga mereka menyerahkan kepemimpinan kepada seseorang dari keluargaku. Lalu ia memenuhi bumi ini dgn keadilan sebagaimana orang2 memenuhi dgn kezhaliman. Barangsiapa di antara kalian mendapati mk datangilah mereka walaupun dgn merangkak di atas es’.”
As-Sindi mengatakan: “Yang nampak kisah itu merupakan isyarat keadaan Al-Mahdi yg dijanjikan. Oleh krn itu penulis menyebutkan hadits ini dlm bab ini .”
Ibnu Katsir rahimahullahu mengatakan: “Dan orang2 dari timur mendukung menolong dan menegakkan agama serta mengokohkannya. Bendera mereka berwarna hitam dan itu merupakan pakaian yg memiliki kewibawaan krn bendera Rasulullah berwarna hitam yg dinamai Al-Iqab.”
Beliau juga mengatakan: “Maksud Al-Mahdi yg terpuji yg dijanjikan keluar di akhir zaman asal muncul adl dari arah timur dan diba’iat di Ka’bah seperti yg disebutkan oleh nash hadits.”
Tentang tempat bai’at telah diisyaratkan oleh hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Seseorang dibai’at di antara rukun dan Maqam .”
Proses Muncul Al-Imam Al-Mahdi
Muncul Al-Imam Al-Mahdi bukan bak sulap batil yg seolah muncul tanpa sebab dan tiba-tiba. Namun muncul tentu mengikuti sunnatullah pada alam ini yakni melalui proses yg menuju ke arah sana.
Menjelaskan hal itu Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu mengatakan: “Nabi memberikan kabar gembira tentang akan datang seseorang dari keluarga dan beliau menyebutkan dgn sifat-sifat yg menonjol. Di antara yg sifat terpenting adl bahwa beliau berhukum dgn Islam dan menebarkan keadilan di antara manusia.
Jadi pada hakikat beliau termasuk para mujaddid yg Allah Subhanahu wa Ta’ala munculkan di penghujung tiap 100 tahun sebagaimana telah shahih berita dari beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ini juga bukan berarti tdk perlu berupaya mencari ilmu dan mengamalkan utk memperbarui agama. Sehingga akan keluar Al-Mahdi tidaklah berarti bermalas-malasan karena serta tdk bersiap atau beramal utk menegakkan hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala di muka bumi. Bahkan sebalik itulah yg benar krn Al-Mahdi tdk mungkin upaya lbh dari Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yg selama 23 tahun berbuat utk mengokohkan pilar-pilar Islam dan menegakkan negaranya.
Maka kira-kira apa yg akan dilakukan Al-Mahdi seandai ia muncul dan mendapati kaum muslimin dlm kondisi terpecah berkelompok-kelompok dan ulama mereka –kecuali sedikit dari mereka– orang2 telah menjadikan mereka sebagai para pemimpin. Tentu tdk akan dapat menegakkan negara Islam kecuali setelah mempersatukan kalimat mereka dan menyatukan mereka dlm satu barisan serta dlm satu bendera.
Dan ini –tanpa diragukan– membutuhkan waktu yg panjang Allah Maha Tahu tentangnya. Syariat serta akal kedua mengharuskan agar orang2 yg ikhlas dari kalangan muslimin menjalankan kewajiban ini. Sehingga manakala Al-Mahdi keluar tiada kebutuhan kecuali tinggal menggiring mereka kepada kemenangan. Kalaupun belum keluar mk mereka pun telah melakukan kewajiban mereka dan Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُوْلُهُ وَالْمُؤْمِنُوْنَ
“Dan katakanlah: ‘Beramallah kalian mk Allah dan Rasul-Nya serta orang2 mukmin akan melihat amalan kalian itu’.” (Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah 4/42-43)
Wallahu a’lam.
1 Ibnu Katsir rahimahullahu mengatakan: “Bendera itu bukanlah yg dibawa Abu Muslim dari Khurasan yg kemudian menghancurkan dinasti Bani Umayyah pada tahun 132 H. Namun bendera hitam lain yg datang mengiringi Al-Mahdi.”
Bukan pula pasukan Thaliban yg di Afghanistan sebagaimana yg disebut dlm poster berjudul Huru-Hara Akhir Zaman karya Amin Muhammad Jamaludin yg laris itu. Selebaran itu sendiri sarat dgn berbagai ramalan dan takwil hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang tanda-tanda hari kiamat. Hendak kaum muslimin tdk lekas terkesima dgn takwil semacam itu. Sebagaimana pula hal ini tdk berarti mengingkari hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang peristiwa akhir zaman.
Sumber: www.asysyariah.com

0 komentar:

Posting Komentar